Dari Pistol yang Jatuh

Senin, 03 Mar 2008

Kejadian tertembaknya penghuni penampungan PJTKI itu menyeruakkan berbagai versi. Nonik itu ditembak atau tertembak oleh oknum polisi. Pasalnya, lokasi kejadian, menurut warga, memang kerap dijadikan hiburan di malam minggu. Namun, Kapolsek Wlingi AKP Mohammad Yamin saat dikonfirmasi langsung membantah insiden malam minggu berdarah itu merupakan kesengajaan. Dia menegaskan bahwa kejadian itu murni kecelakaan. "Pistolnya jatuh," kata Yamin dengan tegas.



Dia menjelaskan, jika malam minggu dua anak buahnya sengaja diperintahkan untuk patroli di lokasi kejadian. Pasalnya, jika tak dijaga banyak lelaki yang menggoda para TKW yang berada di dalam penampungan. Kejadian berawal ketika Briptu Dn datang. Tak lama kemudian, mengambil jaket dan secara tak sengaja pistol yang berada di pinggul jatuh. Tak disangka, pistol dengan enam peluru itu pun meledak dan mengenai dua korban. "Pertama menggores leher si Erni, sementara si korban yang baru saja dioperasi tadi itu (Nonik, Red)," kata Yamin yang kemarin mengenakan jaket sipil ketika menunggu Nonik.

Insiden seperti pistol jatuh dan meledak, menurut Yamin, sudah sering terjadi. Pistol jenis Revolver memang sensitif jika si pemilik tidak hati-hati. "Itu berbeda dengan pistol jenis FN yang ada kuncinya. Kalau Revolver tidak ada sama sekali. Saya tegaskan lagi, ini murni kecelakaan. Tidak benar kalau ditembak," bantahnya lagi.

Kapolres Blitar AKBP Ibnu Isticha dihubungi melalui ponselnya kepada Radar Tulungagung mengatakan, hal serupa. "Kecelakaan itu, tidak ada unsur kesengajaan," kata Ibnu.

Secara institusi, pihaknya langsung turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Briptu Dn untuk sementara telah diamankan di Polres Blitar. Dia tengah diperiksa untuk menjelaskan kronologi kejadian. "Langsung kami amankan," jelasnya.

Polisi asal Bojonegoro ini tak segan-segan memberikan sanksi jika dalam penyidikan ditemukan unsur kesengajaan. "’Kalau terbukti bersalah, sanksi sudah menunggu. Ini masih diperiksa, mudah-mudahan cepat diketahui cerita sebenarnya. Saksi-saksi di lokasi kejadian juga kami datangkan ke kantor polisi," kata polisi yang dikenal tegas ini.

Kapolres meminta kepada masyarakat agar tetap tenang. Insiden tersebut sedang ditangani petugas secara intensif. "Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami ingin memberikan pelayanan, termasuk pelayanan informasi secara faktual," jelasnya.

Tak lupa, Kapolres juga meminta maaf kepada korban beserta keluarganya atas kejadian tersebut. Dia berjanji insiden tak akan terulang lagi. "Yang saya sayangkan, mengapa kok membawa pistol yang ada pelurunya. Padahal, patroli biasa," katanya.

Polisi, kata kapolres, akan menanggung semua keperluan pengobatan selama dirawat di rumah sakit. Begitu juga keluarga korban, diminta untuk tenang dan polisi siap untuk bertanggung jawab. "Sekali lagi, dari hati yang dalam, saya minta maaf yang sebesar-besarnya," kata Ibnu berkali-kali. (ziz/cam)


Dikopipaste dari Jawa Pos Radar Tulungagung

0 tanggapan: