Tampilkan postingan dengan label KABAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABAR. Tampilkan semua postingan

Usaha BMI Hongkong Mencerdaskan Masyarakat Desanya


Muntamah Sekar Cendani

Taman Bacaan “Pondok Maos Cendani” di Desa Cendono, Kandat, Kabupaten Kediri


Buku adalah jendela dunia. Metafora ini sangat po¬puler karena sangat pas menggambarkan pen¬ting¬nya buku dalam kehidupan kita. Buku dapat membuat kita tak seperti katak dalam tempurung. Bahkan, lewat buku, wawasan seseorang menjadi luas tanpa harus keliling dunia.


SAYANGNYA, selama ini ma¬sya¬ra¬¬kat Desa Cendono, Kecamatan Kan¬dat, Kabupaten Kediri, Jawa Ti¬mur, termasuk sulit untuk menda¬pat-kan buku-buku, apalagi buku yang ber¬mutu, karena di desa tersebut be-lum ada perpustakaan umum sehingga kebutuhan masyarakat akan buku kurang terpenuhi.

Kondisi desanya itu membuat Muntamah, BMI Hongkong yang memang pecinta buku, membuka taman bacaan di rumahnya, yang diberi nama Pondok Maos Cendani (PMC). Secara resmi, PMC dibuka pada Kamis (12/1) malam lalu de¬ngan acara pembacaan Surat Yasin, pemotongan tumpeng, dan doa bersama. Selain dihadiri oleh warga sekitar, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat.

PMC dibuka oleh Turmudi, tokoh masyarakat dan salah seorang perangkat Desa Cendono. Saat dibuka, koleksi PMC sudah mencapai 1.200-an. Terdiri dari aneka judul dan jenis buku, majalah, dan suratkabar. Koleksi sebanyak itu mayioritas adalah koleksi pribadi Muntamah sendiri, sebagian lagi merupakan sumbangan dari berbagai pihak yang concern terhadap pencerdasan dan pemberdayaan masyarakat.

Hadirnya taman bacaan tersebut disambut positif oleh masyarakat Cendono. Usai acara peresmian, warga yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, sampai anak-anak menyerbu buku-buku koleksi PMC, yang tertata rapi di rak. “Ma¬sya¬ra¬kat Cendono ini adalah masyarakat re¬li¬gius. Oleh karena itu, buku-bu¬ku keagamaan sangat diminati,” ujar Supriyadi, warga Cendono yang juga dosen Uniska, Kediri, ke¬pada Berita Indonesia usai peresmian PMC.

Buku anak-anak, seperti buku cerita dan buku pelajaran, juga sangat penting disediakan oleh PMC. Mengingat, di depan rumah peninggalan orangtua Muntamah tersebut, berdiri sebuah sekolah yang cukup mentereng, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Hal itu disampaikan oleh Agus Wahyudi, salah seorang guru di MI tersebut kepada Berita Indonesia. “Namun, setelah buku-buku bisa dipinjam secara gratis dari PMC, tinggal bagaimana kita kemudian meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak sekolah ini maupun masyarakat umum,” ujar Agus Wahyudi.

Menurut guru MI tersebut, banyak yang minat bacanya masih perlu ditingkatkan. “Dan untuk meningkatkan minat baca itu sulit,” tambah Agus Wahyudi.

Namun, dengan upaya yang sungguh-sungguh, Agus Wahyudi optimis bahwa budaya membaca itu bisa dimasyarakatkan di Desa Cendono.

Belum 1 Bulan Sudah 600 Pengunjung


Saat ini, Muntamah masih di Hongkong. Kesehariannya, PMC dikelola oleh Khusnul Khotimah dan suaminya, Rokimi. Berbagai hal seputar PMC dibicarakan Khusnul dengan Muntamah lewat telepon.

Hingga Jumat (2/2), menurut Muntamah saat diwawancara Berita Indonesia via chat facebook, sudah ada 600 orang pengunjung PMC, padahal usia PMC belum satu bulan.

“Tambah rame, pengunjung mulai tambah. Anak kelas 1 sudah berani datang minjam buku, awalnya belum berani. Tetangga desa juga sudah mulai banyak yang datang dan pinjam,” ujar Muntamah yang bisa dihubungi di nomor HP 852 92027579.

Muntamah menjelaskan, PMC terus dikembangkan sambil jalan, termasuk penambahan sarana dan prasarana untuk lebih memberikan kemudahan dan menyamanan bagi para pengunjung PMC.

"Kemarin sdh dibelanjakan crayon/alat mewarnai gambar dan alat tulis, kertas hvs aku sdh ada, ke depan, para pengunjung akan kami tawari menggambar atau menuliskan puisi, nanti karya itu akan ditempel di PMC."

Yang agak membuat Muntamah saat ini kuwalahan adalah permintaan buku-buku dari para pengunjung karena di PMC belum tersedia. Permintaan terus mengalir, tetapi Muntamah tidak dapat menyediakan dengan segera karena keterbatasan finansial. Oleh karena itu, PMC juga membuka diri bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan buku ke PMC demi kemajuan masyarakat. (ks)

Berita Indonesia, Edisi 126, Februari 2012

Sayembara Penulisan Naskah Buku

Puskurbuk Balitbang Kemdikbud 2012

Dalam rangka menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Kegiatan sayembara ini diperuntukkan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2012 ini memperebutkan hadiah total lhttp://www.blogger.com/img/blank.gifebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 19 jenis naskah buku pengayaan.


Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”

Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.

Ketentuan-ketentuan naskah buku sayembara adalah sebagai berikut.

a. Ketentuan Umum
1. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan alam dan matematika, dapat berupa pengetahuan alam fisik, hayati, flora, fauna; pengetahuan matematika; pengetahuan teknologi dan rekayasa; pengetahuan kebaharian, kedirgantaraan, dan kebumian.

2. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dapat berupa pengetahuan sejarah dan kemasyarakatan; pengetahuan keagamaan; pengetahuan perekonomian dan manajemen; pengetahuan budaya, bahasa, seni dan sastra.

3. Jenis naskah buku pengayaan keterampilan vokasional yang meliputi:
a) Keterampilan membuat kriya;
b) Penerapan teknologi rekayasa sederhana;
c) Penerapan teknologi pengolahan;
d) Penerapan teknologi budidaya.

4. Jenis naskah buku pengayaan kepribadian, dimaksudkan untuk mengembangkan karakter: (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat/komunikatif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial; (18) tanggung jawab yang dituangkan dalam:

a) Kumpulan pantun
b) Kumpulan puisi
c) Kumpulan cerita pendek
d) Novel
e) Drama
f) Biografi

Naskah buku Biografi, tentang:
a. seseorang yang berjasa dalam suatu bidang yang berguna bagi masyarakat;
b. seorang tokoh di daerah yang mendapat penghargaan dari pemerintah;
c. seseorang yang memiliki karakter yang dapat dijadikan contoh bagi bangsa;
d. seseorang yang memiliki keunggulan dan kelebihan yang berguna bagi masyarakat.

5. Naskah buku ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Naskah diberi identitas: (a) judul naskah; (b) jenis naskah; dan (c) peruntukan pembaca buku (misalnya untuk SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA/SMK/MAK), (d) kelompok peserta.

6. Naskah dijilid rapi berupa cetak asli (bukan fotokopi atau dummy).
7. Naskah yang diterima Panitia tidak dikembalikan.

b. Ketentuan Peserta
1. Peserta adalah perorangan.
2. Peserta yang mengirimkan naskah harus melampirkan biodata.
3. Peserta dari siswa SMA/MA/ SMK/MAK harus melampirkan surat pengantar dari sekolah dan fotokopi kartu pelajar.
4. Peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan harus melampirkan surat pengantar dari lembaga tempat bekerja dan fotokopi SK pendidik atau tenaga kependidikan.
5. Peserta dari masyarakat umum harus melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.
6. Peserta yang pernah menjadi pemenang sebanyak tiga kali atau lebih sejak tahun 2001 tidak diperbolehkan mengikuti sayembara ini.

c. Ketentuan Naskah
1. Naskah yang diajukan adalah: a. karya asli, b. tidak berseri, c. tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, sebagian ataupun seluruhnya, d. belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara mana pun, dan e. belum pernah diterbitkan sebagian ataupun seluruhnya.

2. Persyaratan di atas harus dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00 oleh penulis naskah.

3. Naskah diketik dan dicetak pada kertas A4, spasi 1½, jenis huruf arial, times new roman, atau tahoma, ukuran huruf 12 pt, batas margin tepi kertas 3 cm.

4. Jumlah halaman isi naskah yang ditulis oleh siswa minimal 50 halaman dan yang ditulis oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan umum minimal 75 halaman.

5. Penggunaan ilustrasi harus proporsional dan terintegrasi dengan teks, mendukung materi/isi teks serta mencantumkan sumber secara jelas.

6. Naskah buku pengayaan tidak dilengkapi dengan ungkapan tujuan mempelajari/membaca dan tidak dilengkapi latihan, soal, tes, lembar kerja, atau jenis evaluasi lainnya.

7. Naskah buku pengayaan tidak bertentangan dengan idiologi negara, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, tidak bias gender, serta tidak menimbulkan masalah SARA.

8. Naskah buku pengayaan pengetahuan dan keterampilan harus menggunakan daftar pustaka atas rujukan yang dikutip.

9. Naskah yang dinyatakan sebagai pemenang sayembara, jika ditemukan dan terbukti sebagian atau seluruhnya merupakan jiplakan/plagiasi, segala tanggung jawab hukum yang berkaitan dengan pelanggaran Hak Cipta berada pada penulis naskah. Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan membatalkan kemenangannya dan hadiah yang diterima harus dikembalikan kepada negara.

10. Jika suatu naskah buku pengayaan dinyatakan memenangi sayembara, penulis berhak atas penghargaan sayembara tersebut, sedangkan hak cipta (baik hak ekonomi maupun hak moral atas naskah) tetap berada pada penulis sehingga penulis berhak menerbitkannya kepada penerbit yang dipilih.

11. Pemegang hak cipta (hak ekonomi) naskah pemenang sayembara adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan hak moral berada pada penulis.

12. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu judul naskah sayembara.

13. Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.

d. Hadiah Sayembara
Untuk menghargai kualitas naskah yang memenangi sayembara, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyediakan hadiah uang sebagai berikut:

Kelompok Pelajar:
Juara I = Rp. 15,000,000
Juara II = Rp. 10,000,000
Juara III = Rp 7,500,000

Kelompok Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Masyarakat Umum
Juara I = Rp 25,000,000
Juara II = Rp 20,000,000
Juara III= Rp 15,000,000

e. Pengiriman Naskah
Naskah diterima paling lambat tanggal 3 September 2012 dan dialamatkan kepada: Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2012 Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan alamat: Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat

f. Pengumuman Pemenang
1. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan pada bulan November 2012.
2. Calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti wawancara dengan Dewan Juri dan menghadiri pengumuman pemenang bagi calon yang dinyatakan sebagai pemenang. Jika calon pemenang tidak dapat mengikuti wawancara, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.

Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan website : http://puskurbuk.net/ , telp.: 021 3804248 , e-mail: sayembara_puskurbuk@yahoo.com facebook: sayembarapuskurbuk

Festival Sastra Migran Indonesia II


“Melintas Batas, Berjuang , Berkarya, dan Berprestasi”

Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Mengawali tahun 2012 Forum Lingkar Pena Hongkong menggelar beberapa lomba dalam serangkaian acara Festival Sastra Migran Indonesia II dan juga Milad FLP HK ke 8.



1. Lomba Photografi
2. Lomba Menulis scenario drama
3. Lomba cipta puisi
4. Lomba kisah inspiratif


LOMBA PHOTOGRAFI

Syarat Karya:
1. Tema foto “Pelangi Migran Indonesia”, yang memotret berbagai sudut pandang interaksi kegiatan , aktivitas Migran Indonesia
2. Lokasi object foto berada di wilayah Hongkong dan Macau
3. Foto adalah karya milik sendiri dan belum pernah memenangkan lomba.
4. Peserta dapat mengirimkan foto berwarna atau hitam putih.
5. Foto merupakan karya tunggal, bukan merupakan foto serial.
6. Pemotretan dapat dilakukan dengan media film ataupun digital. Olah digital yang diperbolehkan sebatas menaikkan kontras, burning, dodging, sharpening, dan cropping. Penambahan elemen dalam foto tidak diperkenankan.
7. Foto dikirimkan dalam bentuk hard copy satu rangkap (1) dan soft copy by email _ fsmi2012.photografi@gmail.com dengan subjek Nama# No Pendaftaran.

Foto dicetak ukuran paling besar 10R Paling kecil 4R tanpa bingkai, tanpa alas, tanpa pencantuman unsur-unsur non-fotografis. Di belakang foto dicantumkan keterangan foto (caption) seperti Judul Foto, Lokasi dan Tahun Pemotretan, beserta keterangan Fotografer: Nama, Alamat, Nomor Telepon dan Email. Menyertakan tanda bukti/kupon pendaftaran.
8. Maksimal 3 foto per peserta/per kupon
9. Karya yang masuk menjadi hak panitia penyelenggara
10. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan.
11. Keputusan Dewan Juri Sah dan tidak dapat diganggu gugat.
12. Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua
ketentuan teknis dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia.

Syarat Peserta:
1. Terbuka untuk Umum, seluruh Migrant Indonesia yang berdomisili di Hongkong dan Macau (kecuali anggota FLP HK).
2. Peserta wajib menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi (KTP/ /Paspor).
3. Wajib mencantumkan nomor telepon yang mudah dihubungi.
4. Membayar biaya pendaftaran sebesar 30 HKD
5. Hadiah pemenang :
Juara 1 Uang tunai 500 HKD + Sertifikat
Juara 2 Uang tunai 300 HKD + Sertifikat
Juara 3 Uang tunai 200 HKD + Sertifikat
6. 1 Kupon berlaku untuk 1 (satu) peserta dengan 3 karya , bila hendak mengirimkan lebih harus menyertakan kupon berikutnya. Dicantumkan nama peserta dan jumlah karya yang dikirim.
7. Pengumpulan Karya Paling lambat 10 Februari 2012
8. Pengumuman Pemenang: Pengumuman Pemenang dan Karya-karya terbaik pilihan dewan juri akan di pamerkan dalam acara gebyar sastra saat puncak acara Sastra Migran Indonesia II 18 maret 2012

Mengajak dan Mengundang:

Seluruh Migrant Indonesia di manapun berada (di luar Hkg dan Macau) untuk turut beperan serta mengapresiasikan karya fotonya . Setiap karya akan turut di pamerkan dalam acara Gebyar Sastra sebagai puncak acara Festival Sastra Migran Indonesia II dan mendapat sertifikat. Foto bisa dikirimkan ke email , fsmi2012.photografi@gmail.com dengan subjec : Parsitipan FSMI II serta melampirkan biodata singkat dan alamat pengiriman serfitikat.


LOMBA MENULIS SKENARIO DRAMA

Kompetisi ini merupakan sebuah kompetisi menulis skenario yang dapat diikuti oleh umum seluruh Migran Indonesia yang berdomisili di Hongkong dan Macau. Anggota FLP HK diperbolehkan ikut kecuali yang menjadi panitia.

Persyaratan naskah skenario diantaranya adalah asli buatan sendiri adanya kesesuaian antara isi naskah dengan tema, tidak mengandung pornografi, mengandung nilai-nilai dan pesan-pesan positif , serta tidak menyinggung SARA. Naskah ini dibuat untuk durasi 10-15 menit.

KRITERIA KHUSUS
1. Tema atau ide cerita di ambil dari salah stu cerita yang terdapat di buku Kumcer Penjajah di Rumahku, FLP HK Publishing 2010. Buku bisa di dapatkan di sekretariat panitia.
2. Naskah asli buatan sendiri.
3. Biaya pendaftaran 50 HKD
4. Peserta merupakan individu atau tim maksimal 2 orang.
5. Naskah dibuat untuk drama dengan durasi 10-15 menit.
6. Penulisan menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang benar (boleh menggunakanbahasa tidak baku asalkan penulisan sesuai dengan kaidah yang benar)
7. Naskah dikirimkan ke email : fsmi2012.skenario@gmail.com dengan subjek #nama#judul asli cerpen#no pendaftaran.
8. Batas akhir pengumpulan karya adalah 5 Februari 2012
9. Hadiah pemenang :
Juara 1 : Uang tunai 700 HKD+ Sertifikat
Juara 2 : Uang tunai 500 HKD +Sertifikat
Juara 3 : Uang tunai 300 HKD +Sertifikat

Juara 1 dan 2 akan di tampilkan dalam acara Gebyar Sastra sebagai puncak acara Festival Sastra Migrant (18 Maret 2012), dan akan di bedah bersama dalam workshop Skenario bersama sutradara Aditya Gumay dan Adenin Adlan (11 Maret 2012).

LOMBA CIPTA PUISI

TEMA LOMBA: “Pelangi Migran Indonesia”

SYARAT PENULISAN:
1. Peserta terbuka untuk umum seluruh Migran Indonesia yang berdomisili di Hongkong dan Macau (kecuali anggota FLP Hongkong)
2. Jumlah halaman maksimal 2 lembar, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman font 12, ukuran kertas A4.
3. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 judul puisi/pendaftaran.
4. Biaya pendaftaran 20 HKD
5. Mencantumkan nama penulis dan biodata narasi singkat pada bagian akhir naskah puisi.
6. Kirim karya ke alamat email: fsmi2012.puisi@gmail.com
7. Judul/Subjek email tulis: nama#Judul Puisi#no pendaftaran.
8. Hadiah pemenang :
Juara 1 : Uang tunai 500 HKD + sertifikat
Juara 2 : Uang tunai 300 HKD + sertifikat
Juara 3 : Uang tunai 200 HKD + sertifikat


KRITERIA PENILAIAN
1. Orisinalitas tema.
2. Kreativitas pemilihan kata/diksi.
3. Keindahan dan kedalaman pesan.
4. Kelengkapan naskah puisi. Jika tidak memenuhi syarat peserta di atas maka naskahnya gugur.
Ketentuan mengikat :
1. Keputusan juri tidak bisa di ganggu gugat
2. Dewan juri berhak membatalkan keputusannya , jika di kemudian hari diketahui karya pemnang lomba adalah karya cipta orang lain (plagiat)
3. Hak cipta tetap ada pada penulis, sedang panitia memiliki hak untuk mempublikasikannya.

LOMBA KISAH INSPIRATIF

Tema: Sepenggal Kisah Pelangi Migran Indonesia

Syarat:
1. Peserta untuk umum , seluruh Migrant Indonesia yang berdomisili di Hongkong dan Macau (kecuali anggota FLP HK)
2. Tulisan merupakan hasil kisah nyata , kisah sendiri atau orang lain yang menginspirasi
3. Penulisan diketik menggunakan font TNR, spasi 1,5, minimal 3-4 halaman A4
dengan margins 3 3 3 3, file RTF
4. Naskah dikirim ke fsmi2012.krispi@gmail.com dengan subjek Nama#judul# No pendaftaran dalam bentuk attchament, bukan di badan email
5. Sertakan pula biodata singkat
6. Membayar biaya pendaftaran sebesar 30 HKD
7. Menyertakan surat keaslian naskah, yang menyatakan kisah tersebut adalah kisah nyata.
8. Paling lambat pengumpulan berkas tanggal 5 Februari 2012

Hadiah pemenang :
Juara I 500 HKD +sertifikat
juara 2 300 HKD +sertifikat
juara 3 200 HKD + sertifikat

Sekretariat panitia dan Penerimaan Karya:

1. Sekretariat FLP HK _balakang kolam renang victory
2. Perpustakaan Noormuslima (jiso depan victory)
3. Perpustakaan Al Hikmah, depan Lybrary (an. Lintang)
4. Perpustakaan Insani, Belakang patung victory (an. Bayu)
5. Via Pos , Up: Panitia Lomba Foto Sastra Migran Indonesia II (No 9 Yan Sau Wai, San Tin Yuen Long)
alamat Email pengiriman naskah:
fsmi2012.photografi@gmail.com
fsmi2012.skenario@gmail.com
fsmi2012.puisi@gmail.com
fsmi2012.krispi@gmail.com

No telp informasi :
Hotline 6677 4172
Rita 6098 0552
Dian 6938 6147
Esa 6358 1247
Susi 9447 0419

Pendaftaran di buka mulai 18 Desember 2012 , Selamat Berlomba dan berkreasi. Kayauu!!

Wassalamulaikum warahmatulahi wabarakatuh
Panitia FSMI II 2012
FLP Hongkong

Ospek Universitas Terbuka Hong Kong


Dari jauh tampak sekumpulan orang sedang berbaris dan bernyanyi riang gembira di tepi pantai. Mereka memakai jaket Alfamater berwarna kuning dan memakai topi yang terbuat dari koran bekas ,unik dan lucu-lucu. Mereka adalah calon mahasiswa Universitas Terbuka di Hong Kong (UT-HK) yang sedang mengikuti orientasi study dan pengenalan kampus (Ospek) di Victoria Park. Minggu 18 Desember 2011.

Menurut salah satu panitia penyelenggara , Emy dan Yani mengatakan Ospek ini bertemakan “Sukses Bersama GITC” . Acara ini bertujuan mempersatukan mahasiswa Universitas Terbuka untuk mencapai kesuksesan di bawah naungan Global Indonesia training Center (GITC). Acara dialog di mulai pukul 1 siang hingga 4 sore dan acara yang di pandu langsung oleh senior mahasiswa UT ini juga di meriahkan dengan beragam acara, seperti perkenalan dan permainan, katanya

Yang sangat menarik dari acara perkenalan calon mahasiswa UT tersebut yaitu ketika salah satu calon mahasiswa UT jurusan Komunikasi, Sri Lestari maju dan berkata bahwa ; Ia kuliah dan menekuni bidang komunikasi ini tujuannya untuk mengapai cita-citanya. Ia ingin menjadi pegawai sosial yang perduli lingkungan dan peduli masyarakat miskin yang ada di pelosok tanah air,katanya

Sri ingin menjadi humas atau trainer yang dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya pendidikan kepada masyarakat luas. Bagi kaum yang tidak mampu semoga mereka dapat terdorong untuk semakin maju ,tidak malas dan teruslah berusaha untuk meraih kesuksesan sehingga generasi muda penerus bangsa http://www.blogger.com/img/blank.gifhttp://www.blogger.com/img/blank.gifkita menjadi orang-orang yang maju dan berkembang dari segi kemampuan dan pemikirannya, paparnya

Dengan di bentuknya kelompok belajar,diharapkan kita semua semakin kompak dalam kebersamaan dan semoga nantinya kita bukan hanya memiliki titel saja tapi kita juga harus mempunyai kredibilitas, imbuh salah seorang panitia.*

Naskah dan Foto dari Blog Tati Tia Surati

D E A

Oleh: Geppy Heny Setyowati

(Permintaan dari seorang teman yang menginginkan kisah nyata Dea ini di tuliskan dalam bentuk tulisan)


Semua yang pernah memasuki tempat penampungan sudah pasti bisa memahami apa yang terjadi disana. Hidup dalam kurungan seakan berada dalam penjara. Sebenarnya banyak juga teman disana. Tetapi aku merasa begitu sulit beradaptasi dengan lingkuan baruku. Aku lebih senang melakukan segala sesuatu sendiri.


Hari pertama aku ditempatkan di ruang Mulyosari- Surabaya. Konon kabarnya tempat itu bekas puskesmas yang melayani warga 24 jam. Di kamar tiga aku mendapat tempat tidur atas. Ku kira kejadian ini pertama kali aku alami dengan nyata. Setelah selesai mandi dan makan sore. Aku langsung masuk kedalam tempat tidurku. Tepat jam 22.00 sudah diharuskan tidur semua. Tetapi aku tidak bisa tidur karena mendengar suara tangisan balita yang tidak berhenti mulai aku merebahkan badanku. Lalu aku bergumam sendiri mengatakan siapa yang mempunyai bayi sudah malam begini dibiarkan menangis tanpa henti.

Beberapa saat tangisan bayi itu mereda, selang kemudian terdengar lagi semakin keras. Lalu aku berkata kalau boleh aku menghentikan tangisan bayi itu aku ingin bayi itu tidur disampingku. Setelah selesai aku berkata demikian tiba-tiba teman-teman satu kamarku yang ada 4 orang tidur dibawah pada lari keluar kamar. Aku hanya melihat mereka dengan kebingunggan. Kenapa kok tiba-tiba mereka lari.

Aku tidak menghiraukan mereka dan aku mulai merebahkan diri melanjutkan tidurku yang sempat terganggu tangisan bayi. Setelah hampir tertidur aku merasakan ranjang yang aku tiduri tiba-tiba bergetar hebat. Perasaanku berkata mungkin teman yang tadi pergi berlari keluar kembali menempati ranjangku. Goncangan ranjang begitu kuat aku rasakan, karena tergolong murid baru aku tidak berani bersuara. Hanya diam saja membisu. Dan seketika aku merasakan benda yang amat berat jatuh berada di sampingku. Dan aku masih mengira kalau itu tubuh temanku yang tidak kebagian tempat tidur.

Aku mencium bau wangi yang sangat menyengat, lagi-lagi aku tidak berani berkomentar banyak terhadap semua teman baruku. Semuannya aku sembungyikan dalam hati. Tetapi teman ini keterlaluan dia mebenturkan aku sampai terjepit ke bibir tempat tidur dan seakan ranjang itu hanya dia sendiri yang meniduri. Dengan sedikit mendongkol aku berusaha menyikut dia dan bilang minta tempatnya sedikit. Tetapi aku merasakan sikutku seperti membentur benda yang amat keras dan kasar. Malam itu pun akhirnya aku bisa tidur dengan tenang walau terkadang tercium bau bangkai tikus atau kodok mungkin.

Pagi hari setelah aku melakukan sholat subuh aku beranjak ke ranjangku lagi. Dari pintu aku melihat sosok wajah ayu yang beranjak naik ke ranjangku. Aku berkenalan dengannya dia menyebukan namanya Dea. Asal Madiun pernah menikahi orang Manado dan mendapatkan seorang anak perempuan bernama Dea. Jadi dia memakai nama anaknya sebagai panggilan kesayangan menurutnya.

Karena pagi itu Sutikno sedang piket jadi dia melihatku dengan keherana kenapa kok aku bicara sendirian. Saat aku melihat kearah Dea, dia hanya memberi isyarat aku untuk diam saja. Lalu Sutikno bilang kenapa ya aku kok tiba-tiba jadi merinding begini lalu Sutikno pergi meninggalkan aku berdua dengan Dea. Pagi hari kegiatan rutinnya senam pagi. Tapi aku tidak melihat dea ikut senam hari ini. Maklum baru dapet teman baru jadi perhatian.

Aku bertemu dengan Dea lagi pas pada saat pelajaran awal dimulai. Dea mengambil tempat duduk di sampingku. Dan aku pun dengan tenang memberikan tempat di sampingku. Hanya sunggingan senyumku yang mengisyaratkan Dea boleh duduk sebangku denganku. Saat pelajaran di mulai aku memang jarang sekali ngobrol dengannya. Hingga waktu pelajaran usai yang ditandai dengan istirahat siang. Saat makan siang aku masih belum mendapatkan teman baru. Pasalnya mereka telam membentuk grub sendiri-sendiri. Jadinya aku canggung untuk ikut bergabung bersama mereka. Dan pandanganku mulai mencari dimana Dea berada. Dengan wajah yang terus menyunging senyum pucat dia menghampiriku dan menemaniku makan siang. Saat aku bertanya apa sudah makan dia menjawab kalau barusan selesai makan. Lalu aku menimpali kapan makan siang aku kok tidak melihat Deanya makan. Lalu Dea bilang tadi waktu aku sholat dhuhur Dea sudah ambil piring.

Datang seorang kawan yang tidak aku kenal bilang “makan jangan sambil ngomong sendiri”, aku hanya tanggapi dengan senyum. Saat pelajaran pertama hingga usai aku jarang sekali berkomunikasi dengan Dea. Begitu pun Dea seakan mengeti peraturan yang melarang berbicara saat pelajaran berlangsung. Akhirnya malam kedua pun aku alami.

Malam itu Dea langsung menyusulku naik ke atas tempat tidur. Lalu aku bilang hai jangan tidur di sini? Gak boleh tidur berdua nanti kalau ketahuan Pembina bisa dihukum. Lalu Dea bilang tidak ada tempat untuk tidur semua ruangan penuh. Yah akhirnya aku perbolehkan Dea tidur seranjang denganku. Saat hendak tidur Dea bertanya? “kamu kalau tidur biasanya berdo’a tidak” aku jawab yang harus. Langsung saat itu dia bangun dari ranjang. Aku tanya kamu mau pergi kemana? Katanya mau tidur bareng jawabku. Dea bilang kamu berdo’a saja dulu aku matu kebelakang bentar. Karena ku kira Dea akan ambil air wudhu sebelum tidur jadi aku langusng aja berdo’a. Setelah beberapa saat menunggu, Dea kembali lagi. Dan bertanya sudah do’a belum? Aku jawab sudah. Lalu dia naik ke atas pembaringan dan aku mulai tidur dengan badan aku miringkan menghadap tembok.

Entah jam berapa aku tidak tahu karena kamar didalam lampunya di matikan jadi aku tidak bisa melihat jam. Apa lagi aku lupa gak bawa jam tanganku yang tertinggal di meja belajar. Saat itu hidungku mencium bau bangkai yang sangat menyengat. Dan antara sadar dan tidak aku seperti tidur bersama pocong. Karena tidak ingin berpikiran macam-macam akhirnya aku peluk sekalian tubuh pocong dengan posisi tangan mendekap tubuh pocong dan kaki aku tindihkan ke tubuh pocong itu. Lalu aku sembungikan wajahku tepat di sisi tubuh pocong dengan perasaan takut dalam hati membaca bacaan ayat kursi yang pada akhir bacaan “wa laa ya’uuduhuu hifzhuhumaa wa huwal aliyyul azhiim” insyaAllah yang artinya “dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. Ku ulang berkali-kali. Sampai aku tertidur dan tenang kembali. Setelah itu aku lepaskan dekapanku. Setelah tersadar entah jam berapa ranjangku jadi longgar karena aku tidak melihat Dea tidur di sisiku. Dalam hati berpikir mungkin dia sudah bangun.

Wuah panjang sekali kalau diceritakan saat aku berteman dengan Dea. Yang ternyata menurut ustadku sosok Dea ini ternyata Jin yang sudah lama menempati bangunan Mulyosari. Kukira Dea adalah sesosok jin muslim karena dia juga sholat 5 waktu dan terkadang juga bersama-sama denganku menjalankan sholat qiaumul lail sholat tengah malam yang biasa di sebut sholat tahajud. Menjalankan puasa senin-kamis dan juga puasa Ramadan. Karena sifat jin yang kadang usil juga, pernah aku dikenalkan dengan beberapa teman-temannya. Sering aku di panggil ke ruang pembina yang menanyakan pada jam pelajarannya aku tidak ada ditempat. Padahal aku tidak penah absen mengikuti pelajarannya. Dan saat ujianpun aku bisa menyelesaikan dengan baik.

Sempat juga aku menjanani tes terapi yang disebabkan ulah Dea ini yang sering mengajak aku ngobrol bersama. Karena banyak siswa lain sering melihat aku bercakap-cakap seorang diri. Lebih parah lagi ada yang menyangka aku mempunyai kapribadian ganda. Bahkan, dibilang stres, gila dan aneh-aneh.*

Menggagas Festival Pekerja Migran 2012


Setelah sukses dengan Festival Sastra Buruh 2007 (Blitar, Jawa Timur) FLP-HK sudah menggelar Festival Sastra Migran 2010 dan akan disusul acara serupa 2012 ini, di Hong Kong. Di Indonesia, masih sepi. Padahal, penerbitan buku-buku karya BMI/Mantan BMI semakin marak. Perhatian dari kalanhgan akademik pun semakin terlihat. Seorang dosen Unesa (Surabaya) yang kini sedang menyelesaikan program S-3-nya juga berniat menjadikan karya-karya BMI untuk bahan disertasinya.

Acara internasional sebergengsi UWRF Ubud Writers and Readers Festival 2011 pun mulai memperhitungkan dan mengundang penulis dari kalangan BMI.

Namun demikian, semaraknya dapur produksi penulisan di kalangan BMI ini tetap saja terasa kurang diimbangi oleh kegiatan-kegiatan pendukungnya. Seolah-olah hanya didorong-dorong untuk berproduksi, setelah itu selesai. Buku terbit, masuk pasar, dan didiamkan. Sungguh eman jika acara yang sudah dimulai dengan baik dan susah-payah bernama Festival Sastra Buruh itu tidak dilanjutkan dengan baik.

Baiklah, setidaknya di HK sudah ada FLP yang meneruskan tradisi yang baik itu. Dan di Indonesia, jika tidak ada aral melintang, Mei 2012 nanti kita akan menggelar Festival Pekerja Migran. Bukan hanya untuk sastra, tetapi juga untuk merayakan segala produk baik yang benda maupun takbenda, yang dihasilkan oleh para BMI. Karena itulah, yang akan digelar bukan hanya sastra dan seputarnya, melainkan juga hal-hal lain, bahkan termasuk bakti sosial menanam pohon. Yang sudah diangankan adalah: bedah buku, pameran/bursa buku, pameran foto, pemutaran film, sarasehan sastra, sarasehan budaya, bakti sosial tanam pohon, telekonference, pentas sastra, pentas seni.

Buku yang akan dibedah, diusahakan adalah karya puncak para pekerja migran (BMI) yang mulai saat ini dihimpun. Caranya, para BMI penulis, diharapkan mengirimkan karya terbaiknya (yang belum dibukukan), baik yang baru, yang pernah dimuat di media cetak maupun elektronik, berupa puisi, cerpen, opini, features, memoar, ke pos-el: forumburuhmigran@gmail.com. Jangan lupa melengkapinya dengan biodata dan foto penulis. Ditunggu oleh panitia, selambat-lambatnya hingga 30 Maret 2012.

Partisipasi BMI di seluruh dunia akan sangat menentukan keberhasilan kegiatan ini. Selain mengirimkan karya, menyebarkan informasi ini melalui akun Facebook, milis, atau media lain, adalah bagian dari ujud partisipasi itu. Di Indonesia, sudah ada pihak yang bersedia memfasilitasi agar dapat digelar teleconference-nya. Jika ternyata tidak ada penyandang dana yang sanggup mencukupi kebutuhana acara ini, para penulis juga akan diminta bergotong-royong untuk membayar iuran penerbitan buku. Berdasarkan pengalaman menerbitkan buku Pasewakan setebal 500-an halaman (September 2011), sudah cukup jika masing-masing penulis, tanpa memandang apakah karyanya berupa puisi, cerpen, atau opini, menyumbangkan Rp 100.000 (seratus ribu rupiah).

Itu pun baru dapat diputuskan nanti. Yang terpenting sekarang, segeralah kirimkan karya Anda melalui alamat yang sudah disebutkan tadi. Dan sebarkan informasi ini ke rekan-rekan penulis dari kalangan BMI lainnya. Setuju?


BONARI NABONENAR

Aksi Solidaritas ala BMI Hong Kong


GERAKAN BMI PEDULI MERAPI


HONG KONG – Keprihatinan dan solidaritas terhadap korban erupsi Gunung Merapi tidak cuma datang dari warga Indonesia di dalam negeri. Ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong pun ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.


Solidaritas Merapi ala Buruh Migran Indonesia (begitu para TKI Hong Kong menyebut dirinya), dilakukan dengan menggelar aksi penggalangan dana yang melibatkan 9 (sembilan) organisasi BMI di Hong Kong. Mereka adalah Apakabar Fans Club (AK-Fans), Sanggar Budaya Indonesia - Hong Kong, Golpindo, CK Funky Dancer, Alexa Dancer, Terali Dancer, Forum Lingkar Pena (FLP) Hong Kong, Majelis Taklim, dan Melati Sari. Aksi para buruh migran ini diberi nama ”Gerakan BMI Peduli Merapi”

Kenapa hanya Merapi, sedangkan Mentawai dan Wasior juga membutuhkan bantuan? Menurut Yuni Sze, koordinator gerakan ini, pihaknya sengaja konsen menghimpun dana untuk Merapi, utamanya karena pertimbangan kedekatan emosional – karena banyak BMI Hong Kong yang berasal dari kawasan di seputar Merapi. Juga, kedekatan geografis, karena Merapi terletak di Pulau Jawa.

”Mayoritas BMI Hong Kong berasal dari Pulau Jawa dan – berdasarkan kesepakatan teman-teman – seluruh dana hasil penggalangan ini akan diserahkan langsung oleh beberapa teman BMI yang sedang cuti dan pulang kampung,” ujar Yuni. Tentu saja, ada survei pendahuluan untuk memastikan bantuan tersebut hendak diwujudkan dalam bentuk apa. ”Yang pasti, dengan menyerahkannya sendiri, teman-teman BMI di Hong Kong berharap dapat mengetahui secara langsung kondisi para korban bencana,” imbuh Yuni Sze.

Penggalangan dana itu sendiri dilakukan dalam tiga kesempatan: 7, 14 dan 21 November, mengingat BMI di Hong Kong hanya libur pada hari Minggu. Selain dengan cara membagikan Tabloid Apakabar (salah satu media berbahasa Indonesia yang terbit di Hong Kong) sembari menyodorkan kotak amal, mereka juga ”ngamen keliling” di seputar Victoria Park dan Causeway Bay. Seperti diketahui, kedua tempat tersebut adalah pusat berkumpulnya para BMI Hong Kong yang libur pada hari Minggu. Ada yang main gitar, ada yang menyanyi, ada pula yang menyodorkan kotak sumbangan.

Dana yang terhimpun sampai dengan Minggu, 21 November lalu, mencapai HK$ 64.000 atau senilai Rp 73.600.000 (akumulasi kurs HK$ 1= Rp 1.150). Menurut Yuni Sze, seluruh dana tersebut akan didistribusikan kepada para korban bencana Merapi, dan dilakukan terhitung sejak 23 s.d. 29 November. Penyerahan bantuan BMI Hong Kong ini akan dipusatkan di tiga titik: Kabupaten Sleman, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali.

Nanda, ketua Sanggar Budaya Indonesia di Hong Kong, mengatakan, organisasinya antusias bergabung dalam Gerakan BMI Peduli Merapi, karena dalam aksi ini tercermin rasa kebersamaan dan guyub rukun para buruh migran dari berbagai organisasi. ”Di Hong Kong, aksi penggalangan dana banyak dilakukan. Tetapi yang bergabung dalam satu wadah seperti ini belum ada. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan solid,” imbuh Nanda.

Menurut Yuni Sze, keseluruhan dana yang terkumpul dari aksi solidaritas bencana Merapi ini mencapai HK$ 64,000 atau sekira Rp 73.600.000. ”Dibandingkan kebutuhan riil di lapangan, jumlah sumbangan tersebut tentu sangat kecil. Namun, buat kami yang di Hong Kong, apa yang kami lakukan sepenuhnya mencerminkan keprihatinan sekaligus dukungan kami terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” kata Yuni.

Saat ini di Hong Kong terdapat ± 130.000 buruh migran Indonesia, yang sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka berkumpul tiap hari Minggu, karena pemerintah Hong Kong memang memberikan jatah hari libur kepada para pembantu rumah tangga (domestic helper), sehari di tiap akhir pekan. Inilah sisi lain dari kehidupan buruh migran atau tenaga kerja Indonesia di luar negeri.[Yunie Tse/Pangeran Asa]


Info lanjut tentang pemberian bantuan BMI Hong Kong kepada para korban bencana Merapi, hubungi Asa Amiwan: 081805182424

Superni (BMI- HK) Kena Kanker


Waktu kunjungan besuk di rumah sakit Queen Elizabeth (QE), Habis sudah. Saya peluk dan cium keningnya sebelum meninggalnya. Air matanya mengalir lagi, entah ini tangisan yang keberapa kalinya sejak saya rutin membesuknya. Tangisan karena terharu saat dia sakit ternyata banyak kawan yang semulanya tak dikenalnya mengunjunginya. Saya mengetahui dia sakit dari anggota Shelter Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (KOTKIHO).

"Bunda, jangan pergi," pintanya memelas.

"Besok bunda kesini lagi, nak. Kamu istirahat ya. Jangan lupa berdoa," tangis saya nyaris pecah saat akan pamit pulang.

Setelah saya cek lagi dua termos kecil tempat air panas, agar cukup untuk minumnya malam nanti dan membetulkan selimutnya dengan berat saya tinggalkan Superni, yang berbaring lunglai menahan sakit di ranjang, akibat serangan kangker ganas pada bagian tulang belakang tubuhnya.

Superni (33) Buruh Migran Indonesia ( BMI), berasal dari gang Ali Andong, Sawangan, Bojong Sari Lama, Depok. Ibu dari 3 anak ini, ke Hong Kong, kali pertamanya bulan September tahun 2005 melalui PJTKI, Yonasindo Intra Pratama, Karang Sari, Tangerang. Di salurkan ke agen Goltex, Central. Hong Kong.

Kontrak pertama di Shek Thong Tsui, dengan job kerja mengurus seorang kakek. Baru 7 bln bekerja sang kakek, meninggal dunia. Pindah ke majikan kedua di Taipo tapi sayangnya setelah setahun bakerja, majikan pindah bekerja ke Canada. Wong Tai Sin, adalah tempat tinggal majikan ketiga, dengan tugas kerja sama dengan di kontrak pertama yaitu menjaga kakek. Superni, mengakui jika majikan ketiga ini pun sangat baik seperti majikan-majikan sebelumnya. Sehingga kontrak ketiga sudah dijalaninya kurang lebih 3 tahun, tanpa kendala apa pun.

Dipertengahan bulan september, Superni tiba-tiba merasakan ngilu bahkan mengalami kram dikedua belah kakinya, begitu juga pada bagian pinggang. Majikan membawanya ke dokter di wong Tai Sin, bahkan sampai dua belas kali ke dokter dan dikasih suntikan, sakit yang dialami Superni belum sembuh juga. Bahkan terasa makin menyiksa. Setelah Superni mencoba ke dokter lain yang masih di wilayah Wong Tai Sin juga, dokter kedua tidak melakukan pengobatan tapi malah menulis surat pengantar agar Superni melakukan pengobatan ke rumalah sakit Kwong Wah di Yau Ma Tei.

Dua hari tiga malam, tepatnya mulai tgl 12 September, Superni tinggal di rumah sakit Kwong Wah untuk menjalani pemerikasaan atas sakit yang dideritanya.

"Saya tidak menyangka bunda, jika saya kena kengker. Bahkan sudah stadium tiga," katanya dengan wajah sedih.

Pada tgl 15/09.Dengan alasan lebih lengkapnya peralatan pengabotan, Superni, dipindah ke rumah sakit Queen Elizabeth (QE), di King's Park, Jordan. Tepatnya di lantai 3, ruang E, nomor ranjang 33. Waktu kunjungan pasien, siang jam 12 - 1, sedangkan malam hari jam 6 - 8.

Ketika saya tanyai penyebab awal sakit, seingatnya pernah jatuh terpeleset saat belanja di pasar. Setelah jatuh sering terasa ngilu ditulang bagian belakang tapi tak pernah diraukan. Dia pikir cuma akibat capek kerja saja.

Ketika awal Superni menderita sakit, majikan bersikap baik ke Superni. Dia sering menengok Superni di rumah sakit tapi kemudian kunjungan semakin jarang, sejak majikan bersama agen suatu malam, datang ke rumah sakit meminta Superni untuk menandatangani surat putus kerja. Superni menolak untuk diberhentikan kerja dengan alasan dia masih sakit dan masih membutuhkan pengobatan.

"Saya berangkat dari Indonesia sehat, pulang pun ingin dalam keadaan sehat atau sekalian saya pulang dalam keadaan meninggal," ungkapnya suatu malam saat saya membesuknya.

Dia juga sempat menceritakan keadaan ekonomi orang tuanya dan juga keluarganya yang bisa dikatakan masih serba pas-passan. Anak pertamanya berumur 13 th, kedua 10 th dan si bungsu 6 th. Suaminya dengan pekerjaan tidak tetap. Sejak muda Superni pekerja keras, sebelum ke Hong Kong pernah bekerja di Taiwan dan Malaysia..

"Saya tidak ingin jadi beban keluarga, sakit kangkerkan pengobatannya mahal di Indonesia. Jika di Hong Kong tidak bisa sehat, saya milih mati saja," Sering kalimat itu diucapkan dengan tatapan mata kosong.

Sepengetahuan saya, Superni cukup tegar menjalani sakitnya. Malah saya dan kawan- kawan dari anggota Shelter yang menjenguknya kasian tak tega melihat saat Superni kesakitan merasakan ngilu dan katanya sekujur kaki, pinggul dan punggungnya seperti digigit ribuan semut api. Dia merintih sambil mengucap istifar juga menyebut nama Allah.

Karena Superni tak kuat lagi untuk jalan ke kamar mandi bahkan mengangkat bagian pantat ( maaf) saat mau buang air kecil, maka dia harus selalu menggunakan pampers. Sehari semalam bisa menghabiskan 4 sampai 6 pampers. Sedihnya Superni harus membeli pampers sendiri, majikan dan rumah sakit tidak menyediakannya.

Saya kaget ketika suatu hari menengoknya lagi, kalau tidak salah dikunjungan yang empat kalinya mukanya pucat dan suaranya serak bahkan nyaris tidak bisa bicara. Pokoknya kondisi kesehatannya jauh lebih buruk dari hari-hari sebelumnya. Ternyata itu akibat dia mengurangi air bahkan minum obat dengan dibantu roti bukan air. Tujuan dia untuk ngirit pampers.

"Lama-lama sayakan tidak punya uang, bunda," keluhnya sambil menangis.

Beberapa kawannya dan kawan saya saat datang menjenguknya dengan membawa makanan dan pampers juga. Ketika saya tanya apakah pihak Konsulat Indonesia, mengetahui sakitnya. Dia menjawab mengetahuinya sebab salah satu kawannya pernah melaporkan sakitnya tapi pihak Konsulat Indonesia belum ada yang mengunjunginya. Sedang Masalah majikan dan agen yang mendesaknya untuk menandatangani pemutusan kerja, kasusnya sudah dilaporkan pada kantor Domestic Helpers & Migrant Workers Programme - Christian Action.

Superni masih menunggu hasil diagnosa dokter tentang harus menjalani operasi atau tidaknya. Menurut keterangan dokter semua baru akan diketahui hasilnya tanggal 18 mendatang.

Pembaca di Hong Kong.yang ingin membantu Superni silahkan datang langsung ke rumah sakit atau bisa menghubungi Wiwin, sebagai koordinator pengumpul dana bantuan untuk Superni dengan nomor telpon 92475043. Semoga amallan kita bisa meringankan beban deritanya. [Mega Vristian]

Novelis Ratna Indraswari Kena Stroke

MALANG - Novelis Kota Malang Ratna Indraswari Ibrahim sejak Rabu (2/12) lalu tergolek lemah di RSSA Malang. Wanita kelahiran Malang 24 April 1949 itu terkena serangan stroke. Hasil CT-scan menunjukkan pembuluh darah di atas otak pecah. Diprediksi, pemecahan pembuluh darah ini akibat penyempitan otak karena faktor usia.

Saat Radar menjenguknya di Pavilliun RSSA ruang Bougenville kamar 206, wanita yang konsisten melajang itu tampak sedang tidur. Beberapa aktivis dan penggemar sastra Kota Malang kemarin tampak menjenguk wanita yang telah melahirkan hampir 100 karya novel itu. Bahkan istri Wali Kota Malang Heri Pudji Utami Peni Suparto secara khusus datang menjenguk. Heri datang sekitar pukul 13.00 ditemani sang ajudan. Sedangkan kerabat dekat Ratna, yakni adik-adik dan kakak-kakaknya belum tampak karena terhalang jadwal pesawat.

Ruhadi Rarundra, kerabat yang selama ini merawat Ratna, mengungkapkan sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa novelis yang menderita kelumpuhan sejak usia 11 tahun itu bakal terkena stroke. Meski selama ini sering sesak nafas, namun Ratna tidak pernah dirawat di rumah sakit. Hanya saja, pada Selasa (1/12) lalu Ratna terserang flu.

Lalu Rabu pagi merasa kedinginan dan sedikit pusing. Itu terjadi sekitar pukul 09.00. Dan tiba-tiba saja tangan kanan Ratna mengalami tremor atau kejang. ''Saya begitu khawatir dan langsung saya lari ke RSSA sambil mendorong kursi roda. Saat itu tremor pada tangan Mbak Ratna sudah tak terkendali," kata laki-laki yang akrab disapa Siro itu.

Untungnya, jarak rumah Ratna di kawasan Jl Diponegoro 3 tak jauh dari RSSA. ''Mau naik taksi saya pikir terlalu lama. Karena butuh naik dan turun. Maka saya putuskan untuk lari saja," tambah dia.

Begitu tiba di RSSA, Siro mengaku masih menggunakan Jamkesda. Namun karena Jamkesda khusus untuk pasien kelas III, maka langsung diputus dan pindah ke Pavilliun. ''Mbak Ratna sempat dirawat di unit stroke. Baru pindah ke kamar 26 pagi tadi (kemarin pagi)," bebernya.

Hingga kemarin siang, belum ada tanda-tanda kondisi Ratna pulih. Namun, menurut Siro, perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah itu akan diserap dengan obat. Jika tak memungkinkan dengan obat, maka alternatif terakhir adalah operasi pembedahan. ''Kata dokter yang merawat begitu. Jadi kami tetap menunggu perkembangan selanjutnya," tandas Siro. (nen/war)


jawa Pos Radar Malang, Jum'at, 04 Desember 2009

200 TKI Ditambahi Tugas Jadi Duta Wisata

Rabu, 25 November 2009 | 11:20 WIB
MATARAM, KOMPAS.com - Menakertrans Muhaimin Iskandar melepas 200 TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai duta wisata ke Malaysia. Pelepasan calon TKI sekaligus sebagai duta wisata tersebut dirangkaikan dengan pembukaan beberapa kegiatan Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) di Mataram yang dihadiri Gubernur NTB KH.M. Zainul Majdi di Mataram, Rabu.


Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB M. Agus Patri para TKI akan bekerja di Malasia selama dua tahun sekaligus sebagai duta wisata untuk melakukan promosi pariwisata. Untuk 2009 terdapat sekitar 30 TKI yang diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja baik di perkebunan kelapa sawit, sopir maupun pertukangan dan mereka rata-rata berhasil.

"Minat masyarakat NTB untuk bekerja ke luar negeri cukup tinggi sehingga NTB menjadi daerah terbesar kedua setelah Jawa Timur dalam pengiriman TKI ke berbagai negara terutama Malaysia," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Drs Lalu Gita Ariadi mengatakan para tersebut TKI menjadi duta wisata bukan berarti hanya bekerja mempromosikan NTB selama berada di luar negeri.

Menurut dia, duta wisata ialah selama berada di luar negeri, para TKI tersebut dapat bercerita kepada siapa saja terutama penduduk setempat tentang NTB yang dengan berbagai obyek wisata. Selain itu, selama berada di luar negeri, TKI harus memberi contoh dengan bertingkah laku baik, rajin, dan jujur dalam bekerja serta tidak membuat onar sehingga banyak wisatawan akan berkunjung ke NTB.

Selama 2009 NTB menargetkan kunjungan sekitar 400.000 wisatawan, sementara sejuta kunjungan wisatawan ditargetkan pada 2012. Ia mengatakan target tersebut pasti akan tercapai karena NTB berada pada segi tiga emas yakni sebelah barat Pulau Bali, sebelah timur Pulau Komodo, NTT dan sebelah selatan Tana Toraja, Sulawesi Selatan.[]

Tidur Berpayung Langit di Rumah Majikan

Mega Vristian

Ulah majikan yang tidak baik memang aneh-aneh saja, seperti yang dialami Suparm Binti Supardi Marto (39) ,BMI asal Kedungdowo, Solo. Ranjang tidurnya kasur tipis yang di letakkan di teras rumah majikan, tempat menjemur baju, asik memang jika dibayangkan bisa memandang langit luas yang kadang berbulan atau berbintang, tapi jika hujan turun dan badai tanpa ampun menghantam Hong Kong, Suparmi harus berbasah-basah hingga esok harinya tubuhnya demam, begitu berulang terjadi, majikan sedikit pun tak punya rasa kasian, majikan sengaja menidurkan dia diluar dengan alasan pembantu itu manusia kotor.


Supami bekerja di Ny. Lau, yang beralamatkan di Vision City Yeung Road , Tsuen Wan, mulai (4/10/08) melalui PJTKI, Sofia Sukses Sejati, Pegandong, Semarang, Agen di Hong Kong, Sky, Prince Edward. Tapi baru menjalani kerja ke rumah majikan (12/11/2008) karena disuruh agen membantu pindahan kantor agen. Ibu dari dua orang anak ini selama kurang lebih satu tahun bekerja di Ny. Lau, kenyang penganiayaan, ketika dilaporkan ke agen , selalu saja agen menasehatkan suruh sabar, akhirnya dia pasrah.

“Saya terpaksa mencoba bertahan menerima siksaan dari majikan karena agen selalu menyuruh sabar dan mengingat himpitan ekonomi keluarga, tapi akhirnya saya kabur sebab sikap majikan kian brutal,” katanya sambil memperlihatkan luka bekas penganiayaan yang menyebar di tubuhnya.

Diakuinya majikan berkarakter keras suka membanting barang-barang dan emosian, Suparmi melakukan sedikit kesalahan saja dia akan teriak marah-marah kemudian melakukan pemukulan. Baru separuh hari bekerja dengannya Suparmi, sudah dilempar sumpit dengan keras ke mukanya, karena kesalahan memotong sayuran. Hari berikutnya dianggap mencuci ikan kurang bersih, disuruh memakan kotoran kerokan sisik ikan kemudian air cucian ikan dibayurkan ke tubuhnya. Saat air panas melepuhkan kedua belah tangannya akibat ulah majikan, agen yang dilapori baru datang menjenguknya setelah dua minggu dan agen menasehati suruh sabar, lama-lama juga akan sembuh.

Kebengisan majikan makin bertambah, Suparmi sering dihukum tidak dikasih masuk rumah sampai beberapa jam, baru dimasukkan ke rumah ketika Suparmi lapor ke satpam setempat. Majikan melakukan itu karena menuduh Suparmi, pergi main-main setelah membersihkan rumah satunya. Jelasnya, majikan memiliki dua rumah yang ditempati anaknya, jatah membersihkan seminggu dua sampai tiga kali. Padahal menurut Suparmi tak mungkin dia pulang telat, karena majikan selalu memantau saat dia membersihkan rumah satunya itu.

Urusan makan pun, majikan sangat pelit, tidak pernah diberi sarapan dan makan siang, jadi beli sendiri sedang makan malam dijatah dengan menu tetap, 3 sendok nasi dan 3 helai rebusan sayur Choi Sam. Jadi setiap liburan yang cuma dua kali dalam satu bulan itu dia tak lupa belanja kebutuhan makanan.

Kontan gajinya tak bisa utuh, tapi walau didera siksaan majikan, dia tak mau menyerah begitu saja, dia berharap sekolah kedua anaknya tidak putus ditengah jalan, anak pertama kuliah semester 6 di sebuah perguruan tinggi negeri di Semarang dan yang kedua di SMU. Suparmi memang type wanita pekerja keras, menurut penuturan tetangganya dia adalah mantan orang terkaya didesanya, tapi karena suami tak tahan cobaan, terhanyut perempuan lain, mengakibatkan harta suparmi ludes. Hal yang patut diacungi jempol, Suparmi memaafkan kesalahan suaminya, dan sekarang mencoba membangun ekonomi keluarganya lagi.

Pada (5/03/09), Suparmi lari ke agen karena sebelah tangannya dimasukkan kemudian di jepit pintu mesin pengering piring yang panas oleh majikan. Tapi sesampai di agen, malah dia dimarahi dan disuruh menulis perjanjian yang isinya, harus menurut ke majikan dan tidak boleh membantah serta dia disuruh kembali bekerja lagi.

Kembali menjalani rutinitas kerja dengan siksaan yang dan amarah yang tiada henti membuat membuat Suparmi stress, hari kian hari rambut kepalanya rontok, kepalanya terlihat botak. Untuk kali keduanya, Suparmi disiksa menggunakan mesim pemanas, kepalanya dibenturkan ke mesin cuci hingga menimbulkan bengkak, saat ulah majikan di laporkan ke anaknya, anak majikan itu malah mengusirnya pergi, Suparmi kemudian melapor ke agen, tapi agen bilang majikan tidak mau memberi one month notice, malah menyuruh Suparmi bekerja satu bulan lagi.

Sudah dua kali Suparmi meminta berhenti bekerja, dan majikan berusaha menahannya tapi sikap majikan tidak berubah baik. Siksaan dan makian terus menimpa dirinya, bekas-bekas luka penganiayaan kian bertambah banyak ditubuhnya. Pada hari Kamis (15/10/2009) ketika majikan marah besar karena dianggap tidak becus masak sup, majikan mengusir dan mendorong Suparmi keluar rumah, tapi Suparmi mencoba menahan pintu agar tak tertutup karena tidak ingin keluar rumah, karena dia berpikiran majikan pasti akan membiarkan dia berjam-jam lagi diluar rumah. Akibatnya majikan tambah marah dan membanting daun pintu dengan keras dan terkena ke jidat Suparmi. Kesabaran Suparmi hilang sudah, dia nekad lari ke menemui satpam untuk meminta tolong dipanggilkan polisi, satpam segera menolongnya, karena melihat benjolan lebam di jidat suparmi. Dengan pertolongan polisi Suparmi bisa kabur dari rumah majikan tanpa berurusan dengan agen lagi

“Saya mengirim sms ke agen saat kabur, bahwa saya bisa sabar saat majikan melukai tubuh saya, tapi jika ulah majikan kelewatan membahayakan nyawa saya, keluarga saya akan menuntut agen” ungkap Suparmi dengan nada geram.

Kini Suparmi berada di shelter Kolisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (KOTKIHO), untuk penyelesaian kasusnya yang dibantu oleh Christian Action, ketika ditanya oleh Suara, apa masih mau bekerja di Hong Kong lagi, sehubungan anaknya belum selesai sekolah. Dia menjawab dengan gelengan kepala, raut mukanya tiba-tiba terlihat sedih matanya menerawang jauh keluar jendela shelter.[]

Sebulan, Ratusan Pasutri Cerai di Ponorogo

Tertinggi Selama Tiga Tahun Terakhir

PONOROGO - Harta berlimpah belum tentu menjamin keluarga bahagia. Sebaliknya, bertambahnya harta acap menjadi pemicu retaknya keharmonisan rumah tangga. Tak jarang, berujung perceraian. Fenomena seperti itu, kini ngetren di Ponorogo.


Dari bulan ke bulan, angka perceraian meningkat signifikan. Puncaknya bulan ini yang menembus angka 174 kasus. Jumlah pasangan suami istri (pasutri) yang mengajukan cerai diperkirakan masih akan terus bertambah hingga akhir bulan mendatang. ''Bulan ini yang paling tinggi selama tiga tahun terakhir,'' terang Misnan Maulana, humas Pengadilan Agama (PA) Ponorogo, kemarin (22/10).

Menurut dia, biasanya dalam satu bulan menangani pengajuan perceraian sekitar 80 hingga 100 kasus. Namun, usai lebaran kemarin, pengajuan perceraian meningkat drastis. Dikatakan, kondisi seperti ini seperti sudah jadi kebiasaan. ''Saat lebaran banyak TKI/TKW yang pulang. Selain membawa uang, waktu pulang digunakan mengurus perceraian,'' paparnya.

Masih menurut Misnan, dari sekitar 800 kasus perceraian yang ditangani paling banyak melibatkan pasutri (tenaga kerja Indonesia) TKI. Baik yang pria jadi TKI atau yang perempuan jadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar. ''Ada beberapa faktor yang mereka ungkapkan saat sidang perceraian,'' ujarnya.

Di antaranya faktor ekonomi. Biasanya, perempuan yang jadi TKW setelah status ekonominya meningkat menjadi tidak cocok dengan suami yang di kampung. Begitu pula dengan TKI yang istrinya di rumah. Merasa tinggal di luar negeri, si suami sudah kerasan dan gandeng dengan perempuan lain. ''Tapi ada juga perceraian itu disebabkan perselingkuhan. Baik yang dilakukan kaum pria maupun pihak wanita,'' jelasnya.

Dijelaskan, pihaknya sudah berusaha maksimal mencegah perceraian itu. Caranya dengan mengusulkan rujuk dan menyelesaikan persoalan keluarga melalui persidangan. Namun, kebanyakan pasutri yang datang ke PN sudah bulat ingin cerai. Sehingga berbagai saran yang di usulkan pihak pengadilan tidak diikuti. ''Kami sudah berusaha maksimal, tapi apa boleh buat kalau memang keinginan mereka seperti itu,'' pungkasnya.(dhy/sad)

Radar Madiun, Jum'at, 23 Oktober 2009

10 Seniman Jatim Raih Penghargaan

SURABAYA - Sepuluh seniman Jawa Timur mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jatim karena dedikasi dan prestasinya. Penghargaan itu diserahkan pada puncak peringatan HUT Provinsi Jawa Timur yang digelar di Jl Pahlawan, depan kantor gubernur, Jumat (16/10) malam.

Ke-10 seniman itu adalah Saiful Hajar (seni rupa, Surabaya), Bambang SP (seni musik, Surabaya), Koeboe Sarawan (seni rupa, Malang), Chatam AR (seni tari, Malang), S.Yoga (sastra, Surabaya), Ndindy Indijati (teater, Surabaya), Sirikit Syah (sastra, Surabaya), A.Tasman (seni tradisi, Surakarta), Peno Priyono (seni tari, Probolinggo), dan Yuwono (alm) (penggerak seni, Malang). Selain penghargaan, masing-masing dari mereka juga mendapatkan uang tali asih sebesar Rp 10 juta.

Pada kesempatan itu, gubernur juga memberikan asuransi jaminan kesehatan yang diserahkan secara simbolik kepada 5 seniman, yakni Temu (tari, Banyuwangi), Ratna Indraswari Ibrahim (sastra, Malang), Hardjono W.S. (teater, Mojokerto), Bambang Gentolet (lawak, Surabaya), dan Zakiya (ludruk, Surabaya).

Puncak peringatan HUT Jatim itu dimeriahkan dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk. Malam itu, dalang kondang Ki Anom Suroto membawakan lakon Sesaji Raja Surya.

Penilaian atas seniman yang akan mendapatkan penghargaan itu telah dilakukan Tim Penghargaan Seniman Jawa Timur yang diketuai Aribowo sejak Agustus lalu. Pada awalnya ada 18 nama yang dinominasikan untuk kemudian diseleksi oleh tim juri. ”Di tengah proses seleksi itu, kami masih diperbolehkan untuk mengajukan nama-nama baru,” kata Harwi Mardiyanto, juri dari bidang seni teater.

Bagus Purnomo, penanggung jawab tim, menambahkan setidaknya ada 3 latar belakang penilaian terhadap para seniman itu. Karya monumental, kepeloporan terhadap perkembangan seni dan budaya, serta pengabdian di bidang pendidikan kesenian sehingga mampu mencetak seniman-seniman berkualitas, merupakan kriteria utama dari tim untuk merekomendasikan nama-nama pada juri masing-masing bidang.

Mengenai peraih yang didominasi oleh seniman dari Surabaya dan Malang, menurut Fauzi, Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, hanyalah sebuah kebetulan saja.

Sepanjang pengetahuannya sebagai ketua DKJT, bagi seniman, lokasi dan domisili bukanlah pengaruh terhadap kualitas seniman itu sendiri. Dicontohkan A. Tasman. Seniman tradisi ini berasal dari Surakarta, tetapi sumbangsihnya begitu besar terhadap perkembangan seni tradisi di Jawa Timur. Inilah yang membuat namanya diajukan pada tim. ”Jadi, lokasi dan domisili tidak bisa dijadikan ukuran. Jangan terkotak dengan lokasi,” ujarnya. [rif]

Surabaya Post Sabtu, 17 Oktober 2009 | 12:09 WIB

PERAIH PENGHARGAAN SENIMAN JAWA TIMUR 2009

Setelah mencari masukan dari para seniman, instansi terkait dan tokoh masyarakat di kabupaten/kota di Jatim, dan penelusuran dari berbagai pihak, maka Tim Penilai Penghargaan Seniman Jatim 2009 memberikan nominator nama-nama seniman kepada 18 orang anggota Tim penilai yang bersifat Standing Committee. Setelah dilakukan tabulasi dari hasil 18 orang tersebut, dengan ini memutuskan nama-nama tersebut dibawah ini untuk mendapatkan Penghargaan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur:

1. Bambang SP, seni musik, Surabaya
2. Koeboe Sarawan, seni rupa, Malang
3. Chatam AR, seni tari, Malang
4. S Yoga, seni sastra, Surabaya
5. Ndindy Indijati, seni teater, Surabaya
6. Saiful Hadjar, seni rupa, Surabaya
7. Sirikit Syah, seni sastra, Surabaya
8. ATasman, seni tradisi, Surakarta
9. Peni Priyono, seni tari, Probolinggo
10. Yuwono, alm, penggerak seni, Malang

Penghargaan khusus
1.TVRI Stasiun Jatim
2.RRI Surabaya


Tim
Penghargaan Seniman Jatim 2009
1.H Bambang Sujiyono, SE, Koordinator
2.Aribowo, Ketua
3.Tri Broto Wibisono, SPd, Wakil Ketua
4.Sabrot D Malioboro, sekretaris
5.Eko Wahyuni R, anggota
6.Chusnul Huda Sholeh, anggota
7.Amir Kiah, anggota


Tim Juri
Seni Sastra:
1.Budi darma
2.Adi Setyowati
3.Mashuri

Seni Teater:
1.Prof DR H Sam Abede Pareno, MM
2.Ribut Basuki, MA
3.Harwi Mardianto

Seni
Musik:
1.Musafir Isfanhari
2.Errol Jonathan
3.Subiantoro

Seni
Rupa:
1.Drs Djuli Jatiprambudi
2.Henri Nurcahyo
3.Hari
Prayitno

Seni Tari:
1.Peni Puspito
2.Drs Robby Hidayat,Msn
3.Drs Arif Rofiq, MSi

Seni Tradisi:
1. M Sholeh Adi Pramono, SSn
2. Drs FY Darmono Saputro
3. Drs Jariyanto, MSi

Penghargaan diberikan pada hari jumat, 16 Oktober 2009 pukul 21.00 wib di Halaman kantor Gubernur Jatim Jl.Pahlawan 110 Surabaya.

Setiap penerima penghargaan mendapatkan uang tunai 10 juta rupiah.

(sumber: buku katalog Penghargaan Seniman Jawa Timur 2009)

Sepuluh Besar Penulis Khatulistiwa Literary Award 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Panitia Khatulistiwa Literary Award (KLA) Ke-9 Tahun 2009 mengumumkan nama-nama penulis puisi dan prosa berikut judul karya yang terpilih dalam 10 Besar KLA 2009.

Kesepuluh besar karya puisi dan penulisnya adalah Kolam (Sapardi Djoko Damono), Akar Berpilin (Gus Tf Sakai), Dongeng Anjing Api (Sindu Putra), Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa (Wendoko), Perahu Berlayar Sampai Bintang (Cecep Syamsul Hari), Pastoral Kupu-Kupu (Made Suantha), Telimpuh (Hasan Apsahani), Pemetik Bintang (Soni Farid Maulana), Lagu Cinta Para Pendosa (Zaim Rofiqi), dan Puan Kecubung (Jimmy Maruli Alfian).

Adapun sepuluh besar karya prosa dan penulisnya adalah Meredam Dendam (Gerson Poyk-novel), Sutasoma (Cok Sawitri-novel), Lembata (F Rahadi-novel), Lacrimosa (Dinar Rahayu-kumpulan cerita), Tanah Tabu (Anindita Thayf-novel), Juru Masak (Damhuri Muhammad-kumpulan cerita), Bulan Lebam (Sihar Simatupang-novel), Kidung (M Sobary-novel), Usaha Menjadi Sakti (Gunawan Maryanto-kumpulan cerita), Metropolis (Windi Ramadhina-novel).

Panitia KLA 2009 juga mengumumkan 10 karya pengarang muda berbakat (umur maksimal 30 tahun), yaitu Fortunata (Ria N Badaria), Separuh Bintang (Evline Kartika), Aku Lelah Menjadi Cantik (Koko P Bhairawa), Goloso Geloso (Tanti Susilawati), Etzhara (Rino Styanto), Lika Liku Luka (Celinereyssa), Bintang Bunting (Valiant Budi), Ai (Winna Efendi), Tanril (Nafta S Meika), dan Kartini Nggak Sampai Eropa (Sammaria).

Richard Oh, penggagas dan penyelenggara KLA menjelaskan bahwa pengumuman 5 Besar Khatulistiwa Literary Award akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Khusus kategori prosa, karya-karya novel akan dinilai oleh sebuah panel juri yang dipilih oleh penerbit Metropoli D’Asia, salah satu penerbit terbesar di Italia. Kemudian, sebuah hadiah khusus akan diberikan pada malam Anugerah Sastra Khatulistiwa pada 10 November 2009, pukul 19.00, di Plaza Senayan, Jakarta. Richard berharap agar semua penulis hadir dalam malam perayaan sastra Indonesia ini.

"Kepada penulis novel yang karyanya masuk 10 besar kategori prosa, harap mengisi formulir perjanjian dengan Metropoli D’Asia yang sudah dikirimkan. Bila belum menerima formulir tersebut, harap e-mail saya di richoh2007@gmail.com," kata Richard Oh. []

Kompas, Selasa, 6 Oktober 2009 | 20:35 WIB

Pemerintah Kaji Sistem Baru TKI

JAKARTA (SI) – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) sedang mengkaji kebijakan baru penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) di sektor penata laksana rumah tangga (PLRT).

Rencananya,para TKI ini nantinya tidak lagi tidak tinggal serumah dengan majikan, tetapi akan ditampung dalam sebuah asrama. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) M Jumhur Hidayat mengatakan pola penempatan TKI yang tidak tinggal serumah dengan majikan (live out system) bertujuan memberikan perlindungan bagi PLRT terhadap kasus kekerasan dan pelecehan yang sering dilakukan para majikan.

“Kita sedang mewacanakan live out system, masih terus dikaji, sehingga perlindungan terhadap TKI bisa lebih maksimal,” ungkap Jumhur kepada harian Seputar Indonesia (SI) di Jakarta kemarin.Menurut dia, kebijakan baru ini sedang dirumuskan bersama dengan negara-negara pengirim tenaga kerja seperti Filipina,Vietnam. Dengan adanya persepsi yang sama antarnegara pengirim PLRT, kata dia, akan mudah untuk mendesak negara-negara penerima TKI seperti Malaysia dan negaranegara Timur Tengah untuk mengizinkan tenaga kerja migran tinggal di luar rumah.

Jumhur mengungkapkan, di Uni Emirat Arab, wacana tentang PLRT yang tinggal secara live outmulai dibicarakan secara luas. “Mereka malu.Pemerintahnya mulai memikirkan imej mereka yang disebut-sebut menjadi penyiksa dan pemerkosa TKI. Makanya, mereka setuju sistem live out,” ungkap Jumhur. Dengan sistem ini, jelas dia, nantinya PLRT akan tinggal di sebuah asrama.Setiap pagi mereka akan dikirim ke rumah majikan dan sorenya dijemput kembali.“Jadi, mereka juga tidak kerja selama 24 jam.

Diharapkan hal itu juga akan menjauhkan mereka dari kekerasan yang tidak diinginkan,” ujarnya. Jumhur mengaku,TKI informal memang rawan terkena berbagai tindakan kekerasan atau pelecehan seksual,terlebih bila mendapatkan majikan yang kurang menghormati dan menghargai mereka. ”Mereka menjadi objek kekerasan dari majikan,”kata Jumhur.Selain itu, terang Jumhur, kerap TKI tak hanya dipekerjakan oleh majikan dan keluarga,tetapi juga harus melayani saudara atau kerabat majikan sehingga menambah beban kerja.

”Hal itu yang mengakibatkan banyak TKI yang bekerja selama 24 jam sehari,padahal seharusnya hanya bekerja 8 sampai 10 jam,” paparnya. Saat ini, ungkap Jumhur, setiap bulan Indonesia menempatkan 60.000 tenaga kerja ke luar negeri.Artinya, dalam sehari, ada 2.000 TKI yang dikirim ke luar negeri. Atau setiap jam, ada 300 TKI dari seluruh pelosok Indonesia berangkat ke luar negeri. Dari jumlah itu, 80% permasalahan penempatan TKI PLRT itu bersumber dari dalam negeri yang tidak beres seperti rekrutmen yang memakai calo,tidak ada pelatihan, dan pemalsuan dokumen-dokumen. ”Para pemalsu dokumen ini kebanyakan mengirim TKI PLRT ke negara Timur Tengah dan Malaysia,”papar Jumhur.

Menanggapi hal ini, Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo menyatakan setuju atas kebijakan baru yang sedang digagas pemerintah ini.Namun, menurut dia, aturan ini juga harus menjadi bagian negosiasi politik antarpemerintah kedua negara. “Jangan hanya jadi ide yang tidak bisa diwujudkan.Wacana ini harus jadi bagian dari sistem dan tata kelola perlindungan TKIsecarakeseluruhan dari pemerintah,”tegasnya. Wahyu menilai, meski kebijakan ini dapat berlangsung efektif untuk mengeliminasi tindak kekerasan terhadap PLRT,dia pesimistis aturan ini dapat diterima oleh negara penempatan.

“Kalau di Hong Kong mungkin bisa.Tetapi,kalau di Malaysia atau negara Timur Tengah, saya rasa sulit karena aturan formal mereka tidak memungkinkan,” tandasnya. Di Arab Saudi misalnya, lanjut dia,PLRT masih dianggap properti atau pajangan bagi para majikan sehingga dapat seenaknya saja diperlakukan kasar. Apalagi, undang-undang (UU) yang mereka miliki tidak memasukkan PLRT sebagai bagian dari kebijakan perlindungan bagi pekerja asing. (rendra hanggara)

Sindo Sunday, 11 October 2009

Duhh... Kok Banyak Juru Dakwah yang Bodoh Ya!

Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pengasuh Ponpes Rudlotul Fatihah, Bantul, KH Muhammad Fuad Riyadi (38), gerah melihat semangat Islam disampaikan hanya secara sepotong-potong oleh para juru dakwah Islam. "Juru dakwah banyak yang bodoh. Saya tantang mereka memahami Islam," kata Kyai Fuad.


Ia melihat bahwa yang disampaikan juru dakwah di masjid, di televisi, dan di mana saja sudah melenceng dari semangat Islam, agama yang seharusnya memberi kesejukan, ketentraman, kedamaian bagi siapa saja, tak hanya umat Islam, tetapi semua orang non-muslim, termasuk mereka yang ateis sekalipun.

Dengan kata lain, jika apa yang dikatakan juru dakwah membuat umat nonmuslim waswas, merasa terancam, dan tak nyaman, maka itu sudah cukup memberikan gambaran bahwa dakwah yang dilontarkan juru dakwah sudah tak lagi Islami. Ini fenomena yang menurut dia sudah mulai muncul sejak tahun 1970-an, dan mulai kencang.

Ia banyak memberi kritik tentang kebiasaan dan perilaku umat Muslim. Misalnya memakai pengeras suara sekeras mungkin sehingga umat non-muslim dan muslim pun sama-sama terganggu, juga rangkaian acara puasa yang kemeriahannya berlebihan.

"Juru dakwah, dai-dai itu, maaf, baru memegang satu ayat, tapi ngomong-nya sejuta ayat. Tak heran, sekarang bermunculan radikalisme, seperti aksi sweeping, fundamentalisme, dan hal tak mengenakkan yang mengatasnamakan agama. Peraturan daerah pun digiring menjadi bernuansa Islam," paparnya.

Lihat saja, menurutnya, sekarang banyak yang secara eksplisit dan implisit menyuarakan perlunya Indonesia menjadi negara Islam. "Enggak hanya orang nonmuslim yang ketar-ketir dan cemas. Saya juga takut. Apa Islam di Indonesia seperti itu? Islam adalah agama yang menyuarakan kerinduan pada Allah, bukan agama yang bikin orang lain takut, apalagi menyemai benih permusuhan," katanya.

"Perlu dicatat, saya hapal 'Malam Kudus', lagu rohani umat Katolik saat Natal. Liriknya bagus. Lagunya bagus. Saya suka Natal, gereja. Saya suka semangat Natal, damai di bumi damai di hati. Saya berani katakan, lagu 'Malam Kudus' itu lagu Islami," ujar kyai muda ini.

Tentang Puasa, mestinya umat Islam merefleksikan hal itu seperti umat Hindu merayakan Nyepi. "Mestinya Puasa itu ya nuansanya seperti saat Nyepi. Kita merenung, berdiam, bukan malam ramai," katanya.

Pengotakan agama mesti dihapus. "Saya justru gembira jika saat zikir bersama, ada teman-teman nonmuslim yang ikut datang. Ikut nggabung. Sering mereka datang ke ponpes saya. Seorang Katolik yang pernah datang pas zikir bilang ke saya, kok dia merasa tenang dan nyaman. Tentu ia masih Katolik. Ketika dia pun merasa damai, tenang, itulah juga sejatinya esensi zikir," ucap dia.

Kyai ini merasa perlu minta maaf kepada semua umat nonmuslim yang pernah tersinggung dengan perlakuan umat Muslim dan perkataan/perbuatan para juru dakwah. "Saya mohon maaf karena mereka melakukan itu. Mohon dimaklumi," kata Kyai Fuad.

Kyai ini menggelar lukisan bertema "Aura Dsikir" di Bentara Budaya Yogyakarta. Acara berlangsung dari Sabtu (12/9) hingga Kamis (17/9). Proses pembuatan lukisan dilakukan dengan berzikir terlebih dulu.


Kompas, Senin, 14 September 2009 | 21:01 WIB

Haruskah Ada Pelarangan Genjer-genjer?

Muchus Budi R. - detikNews

Solo - Setelah runtuhnya Orde Baru, banyak produk seni dan sastra karya anak bangsa yang semula dilarang, kembali mendapatkan kebebasan. Karya seniman-seniman Lekra dicetak atau diproduksi ulang untuk dipasarkan. Tapi di Solo, masih ada yang melarang Lagu Genjer-genjer diperdengarkan.


Lagu tersebut sebenarnya telah ditayangkan secara gamblang dalam Film Gie yang dirilis beberapa waktu lalu. Lembaga Sensor Film sebagai institusi yang berwenang melarang menayangan sebuah produk film juga tidak mempersoalkannya.

Tapi hari ini di Solo justru ada sebuah kelompok yang mendatangi sebuah stasiun radio yang memutar soundtrack Film Gie tersebut untuk keperluan ilustrasi sebuah kuis. Lagu tersebut, Genjer-genjer, disebut sebagai lagu terlarang karena milik PKI.

Benarkah Genjer-genjer milik PKI? Lagu dengan irama dan dialek syair khas Banyuwangi tersebut, tercatat sebagai salah satu lagu yang hits di pada dekade 1960-an, bersamaan dengan memanasnya situasi politik akibat perseteruan elit politik dan militer pada masa itu.

"Tapi lagu tersebut murni lagu rakyat, tidak ada sangkut-pautnya dengan situasi politik atapun menyiratkan idelogi politik tertentu yang bisa dinilai mendukung partai tertentu pada saat itu. Genjer-genjer itu rakyat yang menjadi korban politik," ujar Sodiqin, seniman asal Banyuwangi, kepada detikcom, Senin (14/9/2009).

Sodiqin atau yang akrab disapa Cak Diqin adalah penari, penyanyi dan juga pencipta lagu-lagu campursari yang cukup ternama. Dia lahir dan besar di kota asalnya, Banyuwangi, sebelum kemudian pindah dan menetap di Solo.

Dia menuturkan, pada tahun-tahun 1960-an, Genjer-genjer memang populer. Semua kalangan menyanyikan dan mempopulerkannya, termasuk parpol-parpol untuk menggalang massa agar tetap berkumpul. Salah satu parpol besar saat itu adalah PKI.

Cak Diqin mengaku memang pernah mendengar bahwa pencipta lagu tersebut disebut-sebut sebagai anggota Lekra, organisasi seniman yang simpatik kepada PKI. Namun demikian, lanjutnya, bukan alasan yang kuat bagi siapapun pada saat ini untuk melarang pemutaran lagu Genjer-genjer.

"Saya tidak cukup yakin kalau pencipta Genjer-genjer adalah anggota Lekra. Banyak karya seniman-seniman Lekra yang dulu dilarang, sekarang sudah beredar bebas. Lagipula isi lagu Genjer-genjer sama sekali tidak politis. Kita harus berpikir jernih tentang penghargaan hak intelektual, dalam hal ini karya seni," paparnya.

(mbr/djo)
detikcom

Pemprov Jatim Berjanji Beri Asuransi Kesehatan Seniman

Reporter : Rahardi Soekarno J.

Surabaya (beritajatim.com) - Banyak kesenian dan budaya bangsa kita yang diklaim negara tetangga Malaysia, membuat Pemprov Jatim mengeluarkan jurus jitu untuk merayu para seniman. Yakni, Gubernur Jatim Soekarwo akan memberikan jaminan kesehatan melalui asuransi kesehatan pada para seniman Jatim.


Harapannya agar mereka terus berkarya meski di usia senja. Pasalnya, peran seniman sangat penting dalam menjaga seni dan budaya Jatim di tengah banyaknya klaim dari negara lain.
"Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga para seniman agar tetap bisa berkarya. Seniman adalah unsur yang sangat penting dalam negara yang bertugas menjaga seni dan budaya nasional. Karena itu, kami akan memberikan jaminan asuransi kesehatan pada para seniman di Jatim,” kata Pakde Karwo, usai memberikan tali asih pada 300 seniman Jatim di Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Jl Wisata Menanggal Surabaya, Rabu (9/9/2009).

Menurut Pakde Karwo, seni adalah identitas suatu bangsa, di samping negara, pemerintahan dan wilayah. Seni juga menjadi semangat nasionalisme yang tinggi, sekaligus menjadikan identitas semakin nampak.

"Lihat saja, saat Reog Ponorogo, musik angklung dan Tari Pendet diklaim oleh Malaysia, nasionalisme langsung tampak. Kita merasa tersinggung dan berusaha mempertahankan budaya itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat John F Kennedy menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-35 yang dilantik pada 20 Januari 1961 pernah mengatakan bahwa politik bisa kotor. Tetapi dengan seni, akan membasuh dan membersihkan yang kotor tersebut.

"Itu artinya, seni harus tetap ada dan harus dipertahankan. Agar seni bertahan, maka kita harus menjaga para seniman yang bergelut di dalamnya," tambahnya.

Di Jatim, lanjutnya, pemberian tali asih pada seniman sudah dilaksanakan sejak Imam Utomo menjabat sebagai gubernur. Karena itu, Pakde Pakwo berjanji akan terus memberikan tali asih setiap tahun. ’’Saya berjanji setiap tahun akan memberikan tali asih seperti ini. Bahkan saya berusaha agar tahun ini segera didata semua seniman untuk mendapatkan kartu asuransi kesehatan,’’ paparnya.

Sementara itu, salah seorang seniman ludruk, Agus Kuprit mengatakan, sudah banyak seni budaya bangsa ini yang diklaim oleh bangsa lain. Padahal, semua orang tahu bahwa seni budaya tersebut merupakan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia secara turun-temurun.

"Karena itu, kita harus terus menjaga seni budaya kita agar tidak ada lagi yang diklaim bangsa lain. Yang perlu diketahui, yang bisa menjaga seni budaya bangsa adalah para seniman," kata Kuprit.

Dalam kesempatan tersebut, selain Agus Kuprit bersama dengan Kancil Sutikno, Kentus, Bambang Gentolet. dan Eko Kucing mewakili seluruh seniman Jatim menyatakan rasa terima kasihnya pada Pakde Karwo dan Gus Ipul, karena masih menjalin hubungan erat dengan para seniman. "Semoga hubungan antara Pemprov Jatim dan seniman terus terjalin dengan baik,” tambahnya.[tok/ted]

Berita Jatim, Rabu, 09 September 2009 20:01:47 WIB

Asuransi Kesehatan bagi Seniman Jatim

GUBERNUR JANJIKAN SENIMAN JAWA TIMUR DAPAT JAMINAN KESEHATAN

Silaturahmi Gubernur dengan seniman dan budayawan Jatim


Rabu, 9 September 2009 pukul 09.00 wib bertempat di Graha Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jatim Jl Wisata Menanggal Surabaya, sejumlah 300 seniman menerima tali asih dari Gubernur Jawa Timur. Seni sebagai pembersih jiwa. Karena itu seniman dipahamai oleh Gubernur sebagai penjaga nilai pada identitas dalam berbangsa dan bernegara. Karena itu ketika tari pendet di klaim oleh Malaysia, kita jadi tersadar bahwa kesenian adalah bagian dari nilai kebangsaan.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim menggulirkan program Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) untuk seniman sehingga nantinya pemerintah provinsi akan memberikan asuransi kesehatan kepada seniman.Disiapkan tahun 2010 sebanyak 2 ribu polis asuransi untuk seniman di Jawa Timur yang akan dilakukan pendataan secara bertahap.

Secara terpisah Bapak Ir Hadi Pasetyo, ME, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Timur (Bappeprov Jatim) berencana menggalang dana kesejahteraan untuk seniman yang diperoleh dari Corporate Social Responsibilty.

Achmad Fauzi, Ketua Umum Dewan Kesenian Jatim, menyatakan “ Kita sangat berbangga dan memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Jatim yang telah memberikan perhatian dan kepedulian kepada seniman melalui program Jamkesmas khusus seniman, dan merupakan program pertama di Indonesia.”.[]

Konfirmasi:
Achmad Fauzi
Ketua Umum Dewan Kesenian Jatim
Jl. Wisata Menanggal
Surabaya
Telp/fax 031-8554304
081 330 89 73 27,
031- 700288 02,
081 94 64 722 72

Email:dk_jatim@yahoo.com
www.dewankesenianjatim.com

*Publikasi ini disebarluaskan oleh Departemen Komunikasi dan Informasi
Dewan Kesenian Jawa Timur.

Rabu, 9 September 2009