Renovasi Dewan Kesenian Jawa Timur

DEWAN Kesenian Jawa Timur (DKJT) mengalami penyegaran. Sabtu (29/3) terpilih ketua umum yang menjabat lima tahun ke depan. Pada hari itu, Achmad Fauzi diresmikan sebagai ketua umum yang menggantikan Prof Dr Setyo Yuwono Sudikan.


Fauzi terpilih secara aklamasi. "Ini merupakan amanah buat saya," kata Fauzi kemarin (31/3). Bagi Fauzi, terpilih menjadi ketua bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, di sisi lain, dia optimistis dengan kepengurusan sekarang. "Saya punya tim yang solid," lanjutnya.

Dia juga menyatakan bahwa optimismenya itu didukung Dewan Kesenian di setiap kabupaten/kota. "Banyak amanah dari hasil rekomendasi musyawarah," ujar warga Sidoarjo itu.

Salah satu yang akan dia lakukan adalah pemetaan terhadap potensi kesenian Jawa Timur. "Selama ini, banyak yang belum tertangani," tambahnya. Perhatian dari pemerintah, kata Fauzi, masih terlampau minim. Dia mencontohkan, pengklaiman reog oleh Malaysia disebabkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap kesenian.

Salah satu bentuk konservasi terhadap seni, menurut Fauzi, bisa diwujudkan melalui museum seni. Lewat museum itu, masyarakat bisa tahu kesenian yang selama ini terlewat. Dia berharap masyarakat tidak sekadar tahu nama, namun juga tahu visualisasinya. "Ooo.. seperti ini bentuknya," ungkap pria kelahiran 7 November 1964 itu. Dia juga menyampaikan bahwa saat ini perlu ada payung hukum yang jelas bagi kesenian. (dee/dos)

Jawa Pos Selasa, 01 Apr 2008

1 tanggapan:

selamat! semoga semakin bergairah, makin greng, dan syukur-syukur sudi pula memerhatikan kesenian bmi kita.

bravo!

"kesenian, kebudayaan JATIM ada di pundak para BMI, loh!"