Tunjukkan Perempuan Peduli

JOGJA - Ketoprak Kartini Mataram Yogya (KKMY) untuk kali kedua pentas di Concert Hall Taman Budaya Yogya (TBY) Sabtu (12/4) malam. Pentas ketoprak dengan cerita klasik China Sam Pek-Eng Tay ini dimainkan para kaum hawa dalam rangka menyambut Hari Kartini.


Nuansa unik tampak di pentas garapan tiga sutradara Ki Mario, M Sugiarto dan Marsidah BSc ini. Para pemain yang semuanya perempuan itu berusaha menampilkan tiap karakter, termasuk sosok-sosok kaum Adam.

"Kami hanya ingin menunjukkan bahwa kaum perempuan memiliki kepedulian membangun dan melestarikan kesenian dan kebudayaan ketoprak. Apa pun hasilnya, saya kira ini mampu memberikan wacana agar kesenian ini tetap ada," papar Yati Pesek, pimpinan KKMY.

Dua agenda tahunan menjadi milik KKMY bersama Komunitas Conthong Jogja, Hari Kartini (April) dan Hari Ibu (Desember). Dua momen perempuan itulah, kiprah para kaum Kartini berakting di atas panggung ketoprak ini.

Kisah cinta asal negeri Tirai Bambu itu memang tak asing di masyarakat. Namun pesan terkait hak perempuan untuk mengenyam pendidikan menjadi misi pentas ini. Monopoli kaum laki-laki atas pendidikan bukan lagi masanya.

Ada dua korelasi persoalan yang sama dari masa lalu dan sekarang di dalam cerita ini. Jika masa lalu persoalan adat budaya menjadi kendala seseorang untuk bisa bersekolah, di masa sekarang tingginya biaya pendidikan menjadi hambatan seseorang untuk menempuh pendidikan.

Termasuk persoalan yang sekarang sering terdengar tentang keputusasaan siswa karena tidak bisa meneruskan pendidikan atau tidak mampu membayar sekolah yang diselesaikan dengan cara bunuh diri.

"Soal cerita Sam Pek-Eng Tay memang semua orang tahunya seperti kisah cinta Romeo-Juliet. Tapi momen Kartini ini hak atas pendidikan juga dimiliki kaum perempuan. Wanita memiliki hak-hak yang sama dengan laki-laki, di luar kodratnya," tambah Khocil Birowo, pimpinan produksi pentas ini. (ayu)

Radar Jogja Senin, 14 Apr 2008
penilaian

0 tanggapan: