Baru 2 Bulan Bekerja di HK Sunarsih Pulang Berupa Jenasah


Suasana duka masih terasa jelas menyelimuti keluarga Sukiman yang tinggal di Dusun Yagan, Desa Carat, Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo. Inilah keluarga almarhumah Sunarsih (19), BMI-HK yang tewas terjatuh dari lantai 17 apartemen tempatnya bekerja. Tepatnya, Flat H 17-F, Riviera Garden, Hoi Chu Mansion, Tsuen Wan, NT, HK.


Tiga hari sebelumnya, almarhumah disemayamkan. Namun, masih tampak bekas-bekasnya bila yang ikut melayat almarhum cukup banyak. Kursi-kursi masih ditumpuk di halaman samping rumah, saat Intermezo datang dan ada sementara orang yang melakukan takziah, diterima dilantai yang belum disemen dengan alas tikar.

Sukiman tampak lebih tabah dibandingkan istrinya, Misti. Ibu Sunarsih tampaknya belum mampu menerima nasib anaknya yang pulang berupa jenasah.

Dengan gamblang Sukiman menjelaskan kronologis keberangkatan anaknya menjadi BMI ke Hong Kong.
’’Sebenarnya anak saya sempat bekerja di Singapura sekali kontrak (2 tahun). Setelah selesai kontrak ia pulang. Di rumah hanya sekitar 3 bulan lantas pergi lagi dengan tujuan Hong Kong,’’ tutur Sukiman

’’Tujuan anak saya ini sebenarnya ingin membantu orang tuanya, salah satunya ya ini Mas, berupa rumah yang sampai saat ini belum rampung. Sunarsih itu anaknya sangat nurut, tidak pernah neka-neka, tahu-tahu baru dua bulan bekerja di Hong Kong kejadiannya seperti ini,’’ tambah Misti sambil sekali-kali menyeka air matanya.

Sukiman mengaku mendapat kabar bahwa anaknya meninggal terjatuh dari lantai 17 tempatnya bekerja pada hari Senin-Legi, 24 Desember 2008 dan jenasah datang Selasa 2 Desember 2008 tepat pukul 01.00 WIB.

Anak Sukiman lainnya, Aan Jarwanto (kakak Sunarsih), juga bekerja sebagai BMI, tetapi di Malaysia. Saat mendapat kabar adiknya meninggal, sang kakak masih bekerja di Malaysia menjalani kontrak keduanya, tetapi langsung pulang. Dan ketika Sang Kakak datang, jenasah almarhumah sudah disemayamkan.

Solidaritas
Intermezo datang hampir bersamaan dengan Sutikno, yang menunaikan amanat mengantarkan uang bantuan Rp 3,5 juta dari rekan-rekan satu apartemen almarhumah. Yang mengordinasikan bantuan itu kebetulan ialah Nurisca Youna (istri Sutikno) dan seorang teman lagi, Eko.

Sukiman dan istrinya tampak berkaca-kaca dan dengan terbata-bata mengucapkan terima kasih, sedangkan Aan Jarwanto hanya terdiam. Tak sepatah kata pun ia ucapkan. Ia kelihatan sangat terpukul atas kematian adik semata wayangnya itu.

Menurut keterangan Sukiman saat kedatangan jenasah yang diantarkan 2 orang dari Jakarta didampingi Suroto, PL-nya. Sedangkan pejabat yang ada hanya sebatas kepala desa setempat beserta beberapa perangkatnya.

Kematian Sunarsih bagi keluarga Sukiman menjadi pertanyaan yang selalu menggelayut dalam hatinya. Pasalnya, menurut penuturan misti, belum berselang lama aanak mengatakan bahwa dalam keadaan sehat dan sudah kerja.

Menurut Nursica, seperti dituturkan Sutikno, majikan Sunarsih sering berganti PRT. Nurisca juga melihat, masih menurut penuturan Sutikno, bahwa setelah 2 bulan di Hong Kong, Sunarsih tampak semakin kurus.

Sumbangan

Sementara itu bersamaan dengan kedatangan jenasah menurut pengakuan Sukiman, memang ada uang duka. ’’Uang duka yang saya terima sebanyak Rp 3,5 juta. Menurut orang Jakarta yang mengatarkan uang tersebut, yang Rp 2 juta dari Hong Kong, Rp 1 juta dari Jakarta, sedangkan Rp 500 ribu dari PL Suroto,’’ tutur nya.

Sebagai petugas lapangan yang merekrut Sunarsih, saat dihubungi per telepon Suroto mengatakan bahwa asuransi masih dalam proses. Untuk asuransi dalam negeri diperkirakan memperoleh sekitar Rp 5 sampai Rp 6 juta, sedangkan dari Hong Kong biasanya Rp 50 sampai Rp 60 juta. Namun, harus sabar menunggu sampai proses penyidikan dan pengadilan selesai, paling tidak sekitar 6 bulan.

Sementara itu untuk mengurusi hal tersebut Sukiman telah menyerahkan pada salah seorang kerabatnya yang kebetulan menjadi pegawai kecamatan.

Selepas takziah dari rumah Sukiman Intermezo bersama rombongan menyempatkan ziarah ke makam almarhumah Sunarsih yang jaraknya sekitar 1 km dari kediaman Sukiman.[Intermezo: pur/uji]

FOTO: Sutikno menyerahkan dana sumbangan dari kawan-kawan almarhumah di HK.

0 tanggapan: